Hadiri Pelepasan Siswa/Siswi Kelas VI SD Negeri 001 Tembilahan Hulu, Bunda Paud Hj. Katerina Susanti Terangkan Kurikulum Merdeka Belajar
KILASRIAU.com - Pj Ketua TP PKK Kabupaten Inhil yang juga merupakan Bunda PAUD Kabupaten Inhil Hj. Katerina Susanti Herman menghadiri acara Perpisahan dan juga Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI SD Negeri 001 Tembilahan Hulu Tahun Pelajaran 2023-2024.
Hadir dalam kesempatan ini, Plt Camat Tembilahan Hulu beserta Istri, Danramil Tembilahan Hulu, Kadis Pendidikan diwakili, Kepala SD Negeri 001 Tembilahan Hulu beserta jajaran Majelis Guru, orang tua wali murid dan lainnya.
Mewakili para Guru, Bunda Paud Inhil Hj. Katerina Susanti Herman mengucapkan selamat atas perjuangan, semangat, dan semua karya ananda sehingga mampu menyelesaikan pendidikan di tingkat SD.
- Bupati Herman Tinjau Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung, Pastikan Pembangunan Pendidikan Tepat Waktu dan Berkualitas
- Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas Agus dan KSP Dudung ke Anak Vinaan "Masa Depan Kalian Masih Cerah"
- Buka Lomba Kolase Peringati Hari Anak Nasional, Bunda Santi Harap Bonding Orang Tua dan Anak Makin Erat
- Dihadapan Peserta Battle of Brains, Bunda Literasi Inhil Ajak Perkuat Budaya Literasi di Tengah Era Digitalisasi
- Wisuda XXX STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Momentum Lahirnya Generasi Unggul untuk Kemajuan Daerah
Ia mengatakan, saat ini anak-anak telah bertemu pada sebuah kurikulum baru yang bernama kurikulum merdeka belajar. Sehingga dari sinilah terciptanya suatu kebijakan yang mendasari gerakan transisi Paud ke SD yang menyenangkan.
Melalui penguatan transisi Paud ke SD diharapkan terjadi perubahan pada berbagai kegiatan disatuan pendidikan SD seperti tidak melakukan tes baca tulis hitung (Calistung) sebagai dasar penerimaan peserta didik baru yang berasal dari satuan Paud atau memang belum pernah mengikuti Paud, ucapnya
Selain itu, gerakan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak usia dini yang tidak berkesempatan mengikuti Paud memiliki hak yang sama untuk dibina dan mendapatkan kemampuan dasar, keterampilan dan kematangan yang holistik.
"Kita harus berhenti memaknai calistung sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar di Paud dan syarat penerimaan peserta didik di SD/MI, karena kemampuan literasi dan numerasi sudab seharusnya dibangun dalam cara bertahap dan dengan pendekatan yang menyenangkan," tutup Bunda Paud Hj. Katerina Susanti Herman

Tulis Komentar